Depok – Kualitas pendidikan Al-Qur’an tidak hanya ditentukan oleh metode pembelajaran, tetapi juga oleh kompetensi dan kapasitas para guru yang menyampaikannya. Berangkat dari kebutuhan tersebut, Yayasan Askar Kauny melalui Divisi Program Pendidikan menghadirkan Akademi Guru sebagai wadah standardisasi dan pengembangan profesionalisme pendidik Al-Qur’an.
Program bertajuk Standardisasi dan Pengembangan Guru Al-Qur’an Metode Kauny ini resmi dibuka pada Ahad, 1 November 2026, dan berlangsung hingga 21 November 2026. Kegiatan diselenggarakan secara hybrid dengan pembelajaran tatap muka di Ma’had Askar Kauny, Cinere, Depok, serta pembelajaran daring melalui Zoom Meeting.
Akademi Guru merupakan salah satu langkah strategis Askar Kauny dalam memperkuat ekosistem pendidikan Al-Qur’an. Program ini dirancang untuk membekali para calon pendidik dengan kemampuan membaca dan mengajarkan Al-Qur’an, keterampilan pedagogi, pemahaman keislaman, hingga kemampuan komunikasi dalam proses pembelajaran.
Pembukaan program dilakukan oleh Ustaz Dody Halim selaku pimpinan Yayasan Askar Kauny. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa peningkatan kualitas guru Al-Qur’an merupakan kebutuhan yang tidak bisa ditunda.
Menurutnya, persoalan pendidikan Al-Qur’an di masyarakat tidak hanya berkaitan dengan akses pembelajaran, tetapi juga kualitas tenaga pendidiknya. Salah satu hal yang menjadi perhatian adalah masih ditemukannya imam masjid yang kemampuan membaca Al-Qur’annya belum sepenuhnya memenuhi kaidah bacaan yang semestinya.
Padahal, imam memiliki peran penting dalam memimpin ibadah dan menjadi rujukan masyarakat dalam praktik keagamaan. Karena itu, penguatan kompetensi guru dan pembimbing Al-Qur’an perlu menjadi perhatian bersama.
Di sisi lain, kesejahteraan guru ngaji juga masih menjadi tantangan. Sebagian pendidik Al-Qur’an memperoleh kafalah atau honorarium yang terbatas sehingga harus menjalani pekerjaan tambahan untuk memenuhi kebutuhan hidup. Kondisi tersebut dapat memengaruhi waktu dan konsentrasi mereka dalam menjalankan aktivitas mengajar.
“Melalui Akademi Guru Askar Kauny, kami berharap lahir guru-guru Al-Qur’an yang semakin terstandardisasi, meningkat kualitasnya, dan memiliki kesejahteraan yang lebih baik. Pada akhirnya, keberadaan guru-guru Al-Qur’an yang berkualitas diharapkan menjadi salah satu faktor penting dalam membaiknya akhlak umat,” ungkap Ustaz Dody.
Akademi Guru, Ruang Pengembangan Kompetensi dan Profesionalisme
Bagi Askar Kauny, membangun generasi Qur’ani harus berjalan seiring dengan upaya meningkatkan kualitas para pendidiknya. Guru bukan sekadar penyampai materi, melainkan sosok yang memiliki tanggung jawab dalam mengenalkan, membimbing, dan menanamkan kecintaan terhadap Al-Qur’an.
Atas dasar itu, Akademi Guru dirancang bukan hanya sebagai pelatihan jangka pendek, melainkan sebagai laboratorium pengembangan kompetensi dan standardisasi guru Al-Qur’an. Melalui program ini, Askar Kauny ingin membangun standar pembelajaran yang terarah sekaligus membuka peluang pengembangan karier dan jejaring bagi para pendidik.
Sejumlah narasumber dan praktisi dihadirkan untuk memberikan pembekalan kepada peserta, di antaranya Ustaz Bobby Herwibowo, Lc., Founder Metode Kauny; Ustaz Reza Rendy; Ustaz Hodam Wijaya, S.Pd.I., M.Pd., MPP.; Coach Ferdinal Lafendry, S.Ag., M.M., M.A.; Ustaz Hilal Achmad, S.Kom.; serta Ustaz Syahrul Muttaqin, S.Pd., C.AQL.
Dalam sesi keynote speaker, Ustaz Bobby Herwibowo memberikan penguatan mengenai filosofi pembelajaran Al-Qur’an yang menjadi landasan pengembangan Metode Kauny.
Ia menjelaskan bahwa proses mengajarkan Al-Qur’an perlu mengikuti tuntunan Rasulullah SAW dengan pendekatan yang mudah, menyenangkan, dan tidak membebani peserta didik.
Mengacu pada QS. Al-A’la ayat 6–7, khususnya firman Allah SWT, “Sanuqri’uka fala tansa” (Kami akan membacakan Al-Qur’an kepadamu, Muhammad, maka engkau tidak akan lupa), Ustaz Bobby menguraikan pentingnya metode talaqqi, yakni proses pembelajaran ketika guru membacakan ayat dan murid mengikuti bacaan tersebut.
Menurutnya, metode ini memiliki landasan dalam proses turunnya wahyu kepada Rasulullah SAW melalui Malaikat Jibril, yang kemudian diajarkan kepada para sahabat dan diteruskan dari generasi ke generasi.
Ia juga mengingatkan para calon guru agar tidak menjadikan kecepatan hafalan sebagai ukuran utama keberhasilan pembelajaran.
“Jangan terburu-buru. Menghafal Al-Qur’an bukan tentang seberapa cepat kita menyelesaikan hafalan, tetapi bagaimana Al-Qur’an benar-benar tersimpan di dalam dada dan menjadi bagian dari kehidupan,” pesannya.
Ustaz Bobby turut mengingatkan pentingnya menghadirkan suasana belajar yang mudah dan menyenangkan sebagaimana pesan dalam QS. Al-Qamar ayat 17, bahwa Allah SWT telah memudahkan Al-Qur’an untuk dipelajari dan diambil pelajarannya.
Karena itu, para calon guru didorong untuk mengajar dengan penuh keikhlasan, kebahagiaan, serta menghadirkan pengalaman belajar yang membuat peserta didik semakin mencintai Al-Qur’an.
Membekali Guru dengan Metode, Pedagogi, hingga Praktik Mengajar
Tidak hanya mendapatkan penguatan filosofi pendidikan Al-Qur’an, peserta Akademi Guru juga memperoleh pembekalan keterampilan yang dapat diterapkan dalam aktivitas mengajar.
Pada materi inti Metode Kauny, Ustaz Hilal Achmad, S.Kom., memperkenalkan pendekatan “Menghafal Al-Qur’an Semudah Tersenyum”. Metode ini mengajak peserta untuk menghafal ayat dengan menghubungkan lafaz, arti, dan pemahaman kandungannya.
Dengan pendekatan tersebut, pembelajaran diharapkan tidak berhenti pada kemampuan mengingat ayat, tetapi juga membantu peserta didik memahami pesan Al-Qur’an dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.
Rangkaian pembelajaran Akademi Guru juga mencakup tahsin Al-Qur’an, pedagogi dan kepengasuhan, tadabbur Al-Qur’an, public speaking, serta microteaching dan praktik mengajar.
Kombinasi materi teori dan praktik tersebut diharapkan membentuk pendidik yang tidak hanya memiliki kemampuan membaca dan memahami Al-Qur’an, tetapi juga mampu menyampaikan pembelajaran secara efektif, komunikatif, dan menyenangkan.
Sebagai bagian dari pengembangan peserta, Akademi Guru Askar Kauny turut menyediakan modul pelatihan, sertifikat pelatihan dan standardisasi, rekaman sesi pembelajaran, jejaring nasional guru Al-Qur’an, peluang penugasan dan pengembangan karier, hingga akses untuk mendirikan Rumah Qur’an.
Dengan demikian, program ini diharapkan menjadi pintu masuk bagi lahirnya lebih banyak ruang pembelajaran Al-Qur’an yang berkualitas di tengah masyarakat.
Membuka Jalan bagi Lahirnya Lebih Banyak Guru Al-Qur’an
Penyelenggaraan Akademi Guru menjadi wujud komitmen Yayasan Askar Kauny dalam memperluas kontribusi di bidang pendidikan dan dakwah Al-Qur’an. Sebagai lembaga yang bergerak di bidang pendidikan, dakwah Al-Qur’an, dan sosial kemanusiaan, Askar Kauny memandang bahwa penguatan sumber daya manusia merupakan salah satu fondasi penting dalam membangun peradaban Qur’ani.
Ke depan, Akademi Guru diharapkan berkembang menjadi pusat pengembangan dan standardisasi pendidik Al-Qur’an yang berkelanjutan. Tidak hanya meningkatkan kompetensi mengajar, Askar Kauny juga ingin mendorong terbentuknya ekosistem yang mendukung profesionalisme, kesejahteraan, dan keberlanjutan profesi guru ngaji.
Askar Kauny juga membuka kesempatan bagi masyarakat, khususnya mereka yang memiliki ketertarikan untuk mempelajari Metode Kauny dan mengajarkannya kembali, agar dapat bergabung dalam program standardisasi dan pengembangan guru Al-Qur’an pada angkatan berikutnya.
Informasi lebih lanjut mengenai Akademi Guru dan pendaftaran batch selanjutnya dapat diperoleh melalui Layanan Pendidikan Askar Kauny di nomor 0852-1234-4044.
Melalui langkah ini, Askar Kauny berharap semakin banyak guru Al-Qur’an yang kompeten, profesional, dan memiliki kecintaan mendalam terhadap Al-Qur’an, sehingga manfaat pembelajaran dapat menjangkau lebih banyak masyarakat di berbagai wilayah Indonesia.